Bebas tapi positif
Senin, 08 Mei 2017
Cover
Selasa, 21 Maret 2017
Bahasa C++.
Apa itu Bahasa C++ ?
Bahasa C++ adalah bahasa komputer atau bahasa pemrograman yang merupakan pengembangan dari bahasa C kemudian disempurnakan oleh Bjarne Stroustrup pada tahun 1980 menjadi 1980 menjadi “c with classes” dan berganti nama menjadi C++ pada tahun 1983. Bahasa C++ diciptakan untuk mendukung pemrograman berorientasi pada objek (Object Oriented Pragramming/OOP) yang tidak dimiliki C. sementara C merupakan bahasa pemrograman terbaik dilingkungannya, bahasa ini tidak memiliki kemampuan OOP. Reputasi C tidak diragukan lagi dalam menghasilkan program .EXE berukuran kecil, eksekusi yang cepat, antarmuka (interfacing) yang sederhana dengan bahasa lain dan fleksibilitas pemrograman. Apa yang membuat C tampak sukar dipelajari mungkin karena tiadanya pemeriksaan tipe. Sebagai contoh, dapat mencampur bilangan bulat dengan string untuk menghasilkan karakter. Namun, justru dsitu letak fleksibilitas C, dapat mengolah data C sebebas mengolah data dalam bahasa assembly.
Senin, 14 Maret 2016
Teh
"TEH"
Seorang pria muda datang pada ibunya dan mengeluh tentang banyak permasalahan dalam kehidupannya.
Namun betapa kagetnya, karena ternyata ibunya hanya diam saja, seolah tidak ingin mendengarkan keluh kesahnya.
Bahkan sang ibu malah masuk ke dapur dan anaknya terus bercerita sambil mengikutinya.
Sang ibu lalu memasak air.
Sampai airnya mendidih, lalu sang ibu menuangkan 'Air Panas Mendidih' itu ke dalam 3 gelas yang telah disiapkan.
Di gelas pertama ia masukkan WORTEL, di gelas kedua, ia masukkan TELUR, dan di gelas ketiga, ia masukkan TEH.
Setelah menunggu beberapa, ia mengangkat isi ketiga gelas tadi, dan hasilnya:
• WORTEL yang KERAS menjadi LUNAK,
• TELUR yang mudah PECAH menjadi KERAS,
• dan TEH menghasilkan aroma yang HARUM.
Lalu sang ibu menjelaskan:
“Nak..... MASALAH DALAM HIDUP ITU BAGAIKAN AIR MENDIDIH.
Namun, sikap kitalah yang akan menentukan dampaknya.
Kita bisa menjadi Lembek seperti Wortel, mengeras seperti Telur, atau harum seperti TEH.
Wortel dan telur bukan mempengaruhi air, tetapi malah berubah karena air mendidih itu,
sementara TEH malah mengubah AIR, membuatnya menjadi HARUM.
”Setiap Masalah, selalu tersimpan Mutiara Iman yang berharga.
Sangat mudah untuk bersyukur saat keadaan baik-baik saja.
Tapi apakah kita dapat tetap percaya saat pertolongan Tuhan seolah tidak kunjung datang?
Ada 3 reaksi orang saat masalah datang:
• Ada yang menjadi lembek, suka mengeluh (seperti wortel tadi) dan mengasihani diri sendiri.
• Ada yang mengeras (seperti telur), marah dan berontak kepada Tuhannya...
• Ada juga yang justru semakin harum (seperti teh), menjadi semakin kuat dan percaya padaNYA.
Ada kalanya Tuhan sengaja menunda pertolonganNYA.
Apa tujuannya?
Agar kita belajar percaya dan setia!
Karena tidak pernah ada masalah yang tidak bisa Tuhan selesaikan..
Minggu, 13 Maret 2016
Cinta Tak Perlu Alasan
Jika kau di tanya kau jatuh cinta kepada seseorang, terkadang kau tak bisa menjawab. Ya, bagi sebagian orang, cinta itu tak perlu alasan. Cinta terkadang datang secara tiba", seperti pencuri, tanpa tangan, tanpa kaki, mendadak saja barang"mu sudah raib. Seperti hatimu, yang tiba" raib dicuri olehku
Contoh pentingnya rasa kemanusiaan
HELEN,perempuan kulit hitam di ALABAMA,tertangkap basah mencuri di sebuah supermarket.DENIS,polisi yang dipanggil untuk menahannya,menemukan bahwa yang dicuri HELEN hanyalah 5 butir telur karena sudah 2 hari ia dan anak-anaknya tak makan.DENIS yang merasa iba,tak jadi menangkapnya.Ia malah membelikan HELEN sekeranjang telur,lalu mengantarnya pulang ke rumah.
Keesokan harinya,DENIS dan beberapa rekan polisinya datang ke rumah HELEN dengan 2 mobil penuh berisi bahan makanan dan keperluan sehari-hari.HELEN meratap dan berkata:"Engkau tak perlu melakukan ini.Terlalu berlebihan bagi kami..." Namun DENIS menjawab:"Terkadang,KEBUTUHAN kita pada KEMANUSIAAN lebih besar daripada KEBUTUHAN kita pada HUKUM..."
Hidup Bukanlah Untuk Mencari Materi
CATATAN SEORANG BAPAK DI SAAT HARI TUANYA
Seorang bapak kira-kira usia 65 tahunan duduk sendiri di sebuah lounge bandara menunggu pesawat yang akan menerbangkannya ke Jogja.
Kami bersebelahan hanya berjarak satu kursi kosong.
Beberapa menit kemudian ia menyapa saya.
“Dik hendak ke Jogja juga?”
“Saya ke Blitar via Malang, Pak.
Bapak ke Jogja?”
“Iya.”
“Bapak sendiri?”
“Iya.” Senyumnya datar.
Menghela napas panjang. “Dik kerja dimana?”
“Saya serabutan, Pak,” sahut saya sekenanya.
“Serabutan tapi mapan, ya?” Ia tersenyum. “Kalau saya mapan tapi
jiwanya serabutan."
Saya tertegun. “Kok begitu, Pak?”
Ia pun mengisahkan, istrinya telah meninggal setahun lalu. Dia memiliki dua orang anak yang sudah besar-besar. Yang sulung sudah mapan bekerja. Di Amsterdam. Di sebuah perusahaan farmasi terkemuka dunia. Yang bungsu, masih kuliah S2 di USA.
Ketika ia berkisah tentang rumahnya yang mentereng di kawasan elit Pondok Indah Jakarta, yang hanya dihuni olehnya seorang, dikawani seorang satpam, 2 orang pembantu dan seorang sopir pribadinya, ia menyeka airmata di kelopak matanya dengan tisue.
“Dik jangan sampai mengalami hidup seperti saya ya. Semua yang saya kejar dari masa muda, kini hanyalah kesia-siaan. Tiada guna sama sekali dalam keadaan seperti ini. Saya tak tahu harus berbuat apa lagi. Tapi saya sadar, semua ini akibat kesalahan saya yang selalu memburu duit, duit, dan duit, sampai lalai mendidik anak tentang agama, ibadah, silaturrahmi dan berbakti pada orang tua.Hal yang paling menyesakkan dada saya ialah saat istri saya menjelang meninggal dunia karena sakit kanker rahim yang dideritanya, anak kami yang sulung hanya berkirim SMS tak bisa pulang mendampingi akhir hayat mamanya gara-gara harus meeting dengan koleganya dari Swedia.
Sibuk.
Iya, sibuk sekali….
Sementara anak bungsu saya mengabari via BBM bahwa ia sedang mid - test di kampusnya sehingga tidak bisa pulang...
"Bapak, Bapak yang sabar ya….”Tidak ada kalimat lain yang bisa saya ucapkan selain itu.
Ia tersenyum kecut. “Sabar sudah saya jadikan lautan terdalam dan terluas untuk membuang segala sesal saya dik...
Meski telat, saya telah menginsafi satu hal yang paling berharga dalam hidup manusia, yakni sangkan paraning dumadi. Bukan materi sebanyak apa pun. Tetapi, dari mana dan hendak ke mana kita akhirnya. Saya yakin, hanya dari Allah dan kepada-Nya kita kembali.Di luar itu, semua semu. Tidak hakiki...Adik bisa menjadikan saya contoh kegagalan hidup manusia yang merana di masa tuanya…."
Ia mengelus bahu saya –saya tiba-tiba teringat abah saya. Di pesawat, seusai take off, saya melempar pandangan ke luar jendela, ke kabut-kabut yang berserak bergulung-gulung, bertimbun-timbun bagaipermadani putih.
Semua manusia sungguh semata hanya sedang menunggu giliran dijemput maut. Manusia sama sekali tiada nilainya, tiada harganya, tiada pengaruhnya bagi jagat raya ini. Sangat nisbi, naif, dhaif, fana, sumir, kerdil, sebutir debu, senoktah hikayat...
Subhaanaka...
Laa ilaaha illaa Anta ini kuntu minazh-zhaalimiin.
Maha suci Engkau, Tuhanku….
Bimbing diri ini agar tidak tersesat dlm menjalani hidup dan kehidupan ini.
Di luar itu, semua semu. Tidak hakiki...
Mari kita siapkan bekal tuk perjalanan jauh kita.
Manusia HEBAT
Manusia HEBAT adalah:
Bisa mengendalikan diri disaat dikuasai amarah.
Tenang saat dipermalukan.
Tersenyum disaat diremehkan.
Bersabar saat menemui cobaan.
Bersyukur untuk semua kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya.